Kita semua mengadapi rintangan dan kesulitan dalam kehidupan ini. Hal tersebut seakan-akan membuat kita merasa tidak lagi sanggup untuk maju, karena kita sering merasa bahwa tidak banyak yang dapat kita lakukan, tidak banyak pilihan, apa yang menghadang dihadapan kita terlihat sulit dihadapi, tuntutan hidup yang ada seakan-akan membuat kita tidak sanggup untuk menanggungnya, sering kita menjadi terhimpit, ecap kali kita menjadi tidak berdaya. Hal ini telah menjadi beban yang berat yang menjerat bagi hidup dan kaki kita untuk Maju.
Bukankan kita tahu, bahwa kalo kita ingin meraih sesuatu maka kita harus maju melangkah, bukan mundur. Untuk itu firman Tuhan katakan marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi (Ibrani 12:1)
Firman Tuhan katakan tanggalkan segala dosa dan beban yang merintangi. Artinya ada 2 hal yang menjadi jerat bagi kita yaitu dosa dan beban. Kedua hal itu adalah sesuatu yang berbeda, dan hal tersebut adalah sesutu yang merintangi kita. Syarat yang diberikan Tuhan agar kita dapat maju adalah tanggalkan segala dosa dan merintangi, dengan demikian kita tidak akan terhalang untuk maju meraih panggilan surgawi yang ditetapkan Allah sebelumnya bagi kita.
Karena hanya itu syaratnya untuk aku dapat maju. Maka iya..baiklah aku menyetujuinya...aku akan berusaha untuk melakukannya!!!, namun setelah aku renungkan akan hal itu..”” Maka segera aku bertanya pada diriku sendiri” Bahwa kenyataannya ecap kali aku gagal ” Mengapa sulit sekali untuk melakukan hal yang benar????. Suatu hal yang jalas adalah aku sering menemukan diriku berada dalam pergumulan setiap hari secara terus menerus ”pergumulan agar aku dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Allah” Tetapi betapa sulitnya pertentangan ini. Pauluspun katakan dalam Roma 7: 15-17 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.
Sering kali aku gagal untuk menjalankan komitmenku pada waktu pagi, aku selalu berniat bahwa hari ini adalah harinya Tuhan, hari ini akan ada persekutan yang manis antara aku dengan Tuhan, tetapi ketika waktu berjalan dengan kesibukan rutin, kerinduan itu begitu mudah hilang, aku kurang mencari saat-saat yang manis bersekutu dengan Tuhan, lupa saat-saat melayani Dia.
Ketika aku berkomitmen untuk meluangkan banyak waktu untuk merenungkan dan membaca Alkitab, akan tetapi ketika aku berada pada saat akhir hari yang melelahkan aku lebih tergoda untuk menyelinap ketempat tidurku, menarik selimut dan merapihkan bantal gulingku dan berkata lupakan Alkitab!!, lupakan berdoa !!, karena saat ini aku membutuhkan hanya untuk membaringkan badan dan kepalaku...ya dan seperti biasa pula...inilah yang sering aku jelaskan pada Roh Kudus, Dia yang sering memaksaku untuk bangun melawan daging untuk mencari Tuhan, aku katakan pada-Nya...Roh Kudus iya aku akan ingat!!!, iya baiklah aku akan melakukannya!!!, namun sementara saya BERMIMPI...
jadi seperti biasa juga ketika aku telah terjaga, dan sadar bahwa telah banyak hal2 dan berkat2 tercuri dan sekarang aku hampir jatuh miskin..Maka barulah timbul penyesalan dalam diriku.
Dengan keadaan demikian, membuat kita tahu bahwa Allah telah memberikan kita kuasa untuk menentukan pilihan atas segala keadaan kita. Sejak awal Allah telah menciptakan adam dan hawa, dan telah melengkapi mereka dengan kebebasan dan kemampuan untuk menentukan kehidupan moral dan rohani mereka sendiri.
Ketika kita gagal untuk melakukan hal yang benar, maka kita tidak dapat lari dari konsekuensi2 yang harus kita tanggung atas pilihan yang buruk kita. Begitulah yang harus dibayar adam dan hawa ketika mereka jatuh kedalam dosa. Betapa gelap dan mengerikannya saat itu Roma 5:12 konsekuensi yang adam dan hawa terima pada saat jatuh kedalam dosa adalah mereka kehilangan kemuliaan Allah. Bahkan pada saat itupun mereka mati, dosalah yang membuat mereka terpisah dengan Allah. JADI BAGAIMANA ??? apakah kegagalan-kegagalan yang dilakukan adam dan hawa, dapat mempengarui kemampuan kita untuk dapat membuat pilihan-pilihan yang benar???, ya memang bahwa dosa yang telah masuk kedalam hati yang membuat manusia tidak dapat memiliki kemampuan untuk memilih yang benar, Roma 3 katakan: (23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.3:11Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.3:12Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.3:13Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.3:14Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,3:15kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.3:16Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,3:17dan jalan damai tidak mereka kenal;3:18rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."
Namun. Satu-satunya harapan kita adalah ditebus ditebus dari kutuk adam dan hawa yang pertama adalah dengan menaruh iman dan percaya kita pada adam kedua yaitu Yesus Kristus (Roma 8: 1-39, Kor 15: 45-49) Kristuslah yang memberi kita sifat yang baru dan hati yang baru. Artinya Allah sepenuhnya telah membasuh kita dengan kuasa darah Yesus Kristus yang menyucikan, sehingga akhirnya kita mampu dan diharuskan untuk mengambil tindakan yang agresif melawan dosa dalam kehidupan kita. Sehingga langkah selanjutnya untuk memperoleh kemenangan mutlak, kita harus mengumukan perang bahwa kita bersedia membuat pilihan-pilihan yang sulit yang berkaitan dengan perasaan-perasaan, pikiran-pikiran, dan perilaku-perilaku kita. Pilihan-pilihan itu harus mampu untuk mematahkan kuasa yang negatif dan menempatkan kita pada jalan yang menuju kepada perubahan. Bersama dengan Tuhan membuat kita akan mendapati diri kita bahwa tiba-tiba tidak lagi begitu sulit untuk melakukan yang hal yang benar karna semakin kita dekat dengan Tuhan maka kita percaya bahwa perubahan bukanlah hal yang mustahil.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar