Sebuah Refreshing
MAZMUR 57 : 2-3,5
Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku. Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.
Mazmur ini ditulisakan Daud, ketika ia lari dari pada Saul masuk ke dalam gua. Daud di perhadapkan dengan masalah yang besar, di kejar oleh raja Saul yang menginginkan nyawa dan kematiannya, Daud tahu nyawanya terancam, dalam Mazmurnya daud menggambarkan keadaannya demikian :
Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam…..
Mereka telah memasang jaring bagi langkahku, dan jiwaku telah membungkuk; telah digali lubang dihadapanku,…
Betapa ganas dan liciknya semua musuh memburuku,…
Alangkah banyaknya musuhku, sangat banyak orang yang menyerang aku!
Ada banyak orang berkata bahwa Allah tidak mau menolong aku….
Namun aku memandang bahwa hal yang paling berharga adalah kasih setia Allah….
Aku berseru kasihanilah aku ya Allah kasihanilah aku,….
Terhadap perlindungan Tuhan aku begitu berharap,…
Sembunyikan aku dalam naungan sayapMu, ditempat itulah aku akan mendapatkan, kasih perlindungan, kekuatan, serta kehadiran penuh atas kemurahan Allah…
Hanya Allahlah yang memelihara aku seperti biji Mata,…
Engkaulah yang membuat aku berharga, maka sayangilah aku…
Kasihanilah aku, ya Allah kasihanilah aku….
Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya…Amin
Mamur 57:8-12
Hatiku siap ya Allah hatiku siap; aku mau bernyanyi aku mau bermazmur. Bangunlah hai jiwaku, bangunlah gabus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! ….
Pemazmur tidak goyah oleh ketakutan dan kekhawatiran pada saat-saat kesulitan karena kepercayaan dan imannya adalah pada Tuhan dan bukan pada dirinya sendiri atau pada situasi di luar dirinya
Aku tidak takut terhadap kabar celaka….
Hatiku penuh tetap, kepercayaanku kepada Allah …
Janganlah aku marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu….(Mazmur 37))
Hatiku bulat ….
Hatiku siap…..
Ya Allah hatiku siap….
Aku mau bernyanyi..aku mau bermazmur…..
Bangunlah hai Jiwaku….
Pujilah Allah dengan gambus dan kecapi….
Melalui tari-tarian dan Mazmurku Fajar hendak ku bangunkan…..
Aku hendak memujiMu, ya Tuhan,…..
Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa,…..
Ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa memuliakan Dikau….
sebab, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan…..
Mazmur 57: 2-3,5
Pada waktu itu Daud menjadi buronan satu negeri, sangat diinginkan kematiannya, tapi dalam tekanan yang luar biasa itu Daud tetap berkata "hatiku siap ya Allah, hatiku siap" Daud begitu siap dalam kondisi apapun, Daud memiliki sikap hati yang ready untuk memuji Tuhan. Mazmur yang keluar adalah mazmur yang sangat indah.
Daud adalah seorang yang beriman sehingga dia memiliki nilai hidup yang luar biasa dihadapan Tuhan.
Mazmur 59:4
Daud tidak memiliki sikap sensitif, menyalahkan keadaan atau mengeluh, tapi Daud meminta belas kasihan Tuhan karena tekanan yang luar biasa karena Saul ingin membunuhnya. Daud tetap percaya dalam keadaan yang paling sulit sekalipun.
Allah marah terhadap orang penakut, Allah marah terhadap orang yang sensitif, mengasihani diri sendiri dan yang memikirkan diri sendiri, orang cengeng. Allah inginkan orang-orang yang pemberani, beriman!
Daud sangat tahu apa yang dituntut Tuhan terhadap dia. Betapa istimewanya pilihan Tuhan atas kita seperti istimewanya pengurapan Samuel terhadap Daud.
Apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi orang yang Tuhan inginkan?
v Mendahulukan kehendak Allah.
Apa itu kehendak Allah yaitu beriman kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan dalam segala perkara kepada Tuhan. Pertama kali Daud bertemu goliat maka apa yang Daud lakukan percaya bahwa goliat dapat dikalahkan. Disinilah Daud menunjukan dirinya dihadapan Tuhan
IMAN yang di kehendaki.:
Ø Ibrani 11 : 6 Iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan melebihi apapun juga.
Ø Roma 14 : 23, Gal 2:19-20 hidup kita bukan kita lagi tapi biarlah hidup kita adalah hidup yang diolah oleh Tuhan sepenuhnya, dalam segala hal baik tubuh kita, dalam pikiran kita, yang dipakai Tuhan sepenuhnya. Keberanian Daud pada saat menghadapi goliat itulah saat iman Daud dinyatakan.
Ø Mat 17:20 >> Tak ada yang mustahil bagimu! Efek dari iman adalah sangat begitu luar biasa, sebab itu Yesus gambarkan jika kita punya iman maka gunung saja dapat beranjak. Betapa hebatnya orang-orang yang memiliki iman, karena sungguh akan mendatangkan satu efek yang luar biasa. Iblis seringkali mencuri iman kita dari pikiran kita yang sering dipakai untuk tidak beriman dan sia-sia.
Ø Matius 15:21-28 >> perempuan Kanaan yang ditolak oleh Tuhan Yesus, tapi perempuan ini tetap kuat dengan maju dan pantang mundur menyerang Yesus dengan penuh iman dan Tuhan menjawab imannya.
Ø Beriman datang dari rajin mendengar firman Tuhan dan melakukannya. Roma 10:17
Iman itu pada dasarnya adalah MENYERANG!
§ Seperti Daud menyerang goliath
§ Seperti perempuan Kanaan yang menyerang Tuhan Yesus.
§ Seperti seorang janda yang menyerang seorang hakim (Lukas 18:4-7)
§ Seorang yang beriman adalah seorang yang kuat, seorang yang memiliki iman berarti dia memiliki tujuan dan orang yang memiliki tujuan adalah orang yang kuat, yang perkasa, tidak cengeng, tidak punya pikiran sendiri.
Kita harus berani mengambil langkah iman sekarang supaya orang melihat bahwa Allah adalah Allahnya Daud yang menjatuhkan goliat.
Contoh dalam alkitab :
o Markus 2:5 >> orang lumpuh yang digotong melalui atap. Oleh sebab itu dosanya telah diampuni, betapa iman itu sangat berharga dan bernilai bagi Allah.
o Semua yang terjadi adalah menurut iman kita! Sehingga dikatakan dalam Mat :29 "jadilah kepadamu menurut imanmu"!
o Diperlukan untuk berani, konsisten, beriman dan Tuhan akan berikan apa yang kita inginkan. Mazmur 37 :4-5
Minggu ini adalah minggu KPPI maka dengan iman kita menyerang segala sakit-pemyakit dan segala pekerjaan setan serta menyerang Tuhan dengan iman kita untuk orang-orang sakit dapat sembuh pada saat kita mendoakan mereka.
Bagaimana mempertahankan iman supaya jangan luntur?
- 1Kor 16:13 >> sikap percaya yang teguh, yang tidak goyang tapi percaya sepenuh hati. Iman itu sangat berharga karena dengan iman inilah kita akan dapat terangkat ke sorga, dengan iman ini kita akan duduk makan dengan Tuhan, dengan iman ini kita akan memerintah dengan Tuhan, karena itu jangan mau digoyang oleh apapun juga sekalipun menghadapi masalah yang berat. Dengan iman! Jadilah seperti laki-laki!
- 1Kor 2:5 >> iman tidak bergantung pada hikmat manusia, contohnya adalah Elisa yang diusir oleh Elia tetapi tetap keukeh mengikut Elia karena Elisa menginginkan pengurapan Elia. Dan Elisa mendapatan apa yang dia inginkan.
- Efesus 6:16 >> gunakan perisai iman untuk perlindungan kita di dunia ini, kita gunakan firman Tuhan untuk menimbang apapun juga jika ingin bertindak dalam segala sesuatu maka kembali ke firman Tuhan apakah sesuai dengan firman atau tidak.
- Kolose 1:23 >> berteguh dalam iman, dilakukan terus menerus, tekun dan jangan mundur.
- Lukas 22:32 >> Yesus berdoa supaya iman murid-murid tidak gugur. Kita harus berdoa terus suapaya Tuhan memelihara iman kita.
- Yakobus 1:3 >> Iman ada ujiannya, supaya kita tekun dalam beriman dan terus melakukannya.
Kita diberikan kesempatan untuk menjadi istimewa dihadapan Tuhan, ambil waktu ini. Karena waktu yang berharga ini kita tidak tahu apakah akan datang lagi. Sekaranglah waktunya! Inilah Waktu-waktu emas dimana kita memiliki medan pelayanan tempat dimana Allah dapat melihat kita beriman dan menyatakan iman kita di dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu setiap ada kesempatan kita harus mengambilnya dan mengambilnya. Karena besarlah upah yang menanti karena disinilah Allah akan melihat hidup kita untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Jangan kita lalai menggunakannya! Diwaktu apakah kita sekarang ada? Diwaktu-waktu kita melayani Tuhan inilah waktu terbaik kita untuk kita melayani karena waktu ini tidak akan terulang lagi! Jadikan hidup kita bernilai dihadapan Tuhan dengan menunjukan iman kita kepadaNya!


