KITA BEGITU ISTIMEWA
Dimata Allah kita adalah Pribadi yang terlalu istimewa, sama seperti Allah memperlakukan hambaNya Daud demikianlah Allah memperlakukan diri kita."Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu". (Yes 43:4)
DAUD.
Daud adalah seorang yang berkenan di hati Allah. Daud tidak terlihat istimewa pada saat Samuel datang untuk mengurapinya sebagai raja, secara fisik ia masih muda, parasnya elok dan kekanak-kanakan namun itu hanyalah gambaran Fisiknya, Samuel sendiri tidak mengira bahwa Daud lah yang di pilih Allah, karena melihat kekanak-kanakan Daud, Samuel menyangka bahwa yang berperawakan gagahlah yang dipilih Allah seperti Saul 1Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Pada saat itu Samuel masih berduka karena Saul, Samuel begitu mengasihi saul, sehingga Tuhan berfirman kepada Samuel (1 Samuel 16:1): "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
Daud dipilih Allah :
Apakah yang menarik hati Allah? Mengapa Allah menetapkan hatiNya kepada Daud sehingga Daud mendapatkan pengurapan Allah ???
1. Imannya Penuh kepada Allah, Daud hanya datang ke medan pertempuran mengantar makanan tp saat dia melihat musuh yaitu goliat, memandang kecil karena dia memiliki Allah yang besar I Samuel 17: 45-47 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami. Imannya, daud percaya penuh kepada. Allah, imannya melebihi kesusahan dari segala bangsa, Daud melihat apa yang tidak dilihat orang lain dan menolak untuk melihat apa yang dilihat orang lain. Pada saat Daud memusatkan perhatian terutama kepada Allah dan firmanNya, maka Daud menjadi Pribadi yang berubah Begitu besar, karena ia bersepakat dengan Firman Tuhan. Daud memandang Goliat begitu kecil dan ia membunuhnya. Demikian juga dengan kita, kita bukan hanya mendengar Firman Tuhan namun juga sepakat, terhadap Firman Tuhan, penuh dengan iman percaya kepada Allah maka kita akan memandang bahwa kita dapat menjadi sama seperti Daud. Sama seperti daud kita adalah orang yang sederhana, Daud percaya bahwa pengurapan dan kuasa Allah sedang bekerja, Daud orang yang biasa tetapi dia memiliki iman yang dapat memimpin suatu bangsa, maka dengan iman yang kita miliki Tuhan dapat memakai kita. Maka percayalah kepada Allah dan FirmanNya.
2. Daud seorang Pemuji, 1 Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. Pujian adalah bagian yg paling terpenting karena Allah berkenan kepada orang yg memuji Dia Mazmur 22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Daud biasa Memuji Tuhan Mazmur 104:33-34 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Jadi ketika kita berada dimanapaun, biarlah kita memuji Tuhan, karena itulah yang dapat mengadirikan Tuhan (Membuat tahta Allah)
3. Daud adalah orang yang mengejar hati Tuhan. Firman Tuhan disampaikan Samuel kepada Saul 1 Samuel 13:14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu. Saul tidak mengikuti Perintah Allah, namun Daud adalah seorang yang mengerjat hatinya Allah begitu rupa Hosea 6: 6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Mazmur119:47,111 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu, Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. Mazmur 112: 1 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Daud mengejar HatiNya Allah, dari mana daud mengejar hati Allah yaitu dengan Firman Tuhan, dia memiliki komitmen untuk mengikuti Tuhan, Firman Tuhan merupakan kegirangan baginya, daud begitu mencintai Allah, dan hal itulah yang membuat Allah berkenan dan mengurapinya. Daud begitu mencintai Tuhan. Cinta kepada Tuhan menutup pekerjaan-pekerjaan Setan, biarlah seluruh hati, perasaan hidup kita hanyalah Allah yang menjadi tujuan kita maka hal itu membuat kita tidak suka terhadap hal-hal yang lain. Cintailah Tuhan dengan segenap hati.
4. Terang kehidupannya adalah Allah, menjadikan Allah kekuatannya untuk selama-lamanya yaitu melalui Firman Tuhan Mazmur 119. Daud meminta jawaban atas segala sesuatu melalui Firman Tuhan .
5. Daud sangat mencintai Tuhan Mazmur 28:8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya! Tidak sulit bagi kita untuk mencintai Allah, pribadi yang sangat sempurna, sangat manis, baik yang begitu sangat indah.
6. Daud adalah seorang yang tahan uji, ia seorang yang tahan menghadapi Penindasan. Penindaasan yang datang itu baik bagi kita karena mendatangkan kebaikan Mazmur 119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu. Bagi Daud Memang baiklah Engkau menghukum aku, supaya aku mengenal ketetapan-ketetapan-Mu. Mazmur 119:17 Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu. Hati yang kuat, Allah inginkan supaya kita tahan kepada penderitaan hal ini membuktikan bahwa kita bukanlah orang yang rapuh dan cengeng, dan Tuhan memberikan ketetapan-ketetapanNya pada kita.
7. Penyesalan Daud terhadap Dosa. Daud jatuh kedalam dosa, pada waktu itu ia tinggal sendirian di Yerusalem, tidak ikut maju berperang, akhirnya Daud jatuh juga kedalam dosa ketika mengintip Batsyeba mandi. Ada dua jenis dosa yang dilakukan Daud: perzinahan dan pembunuhan. Dosa berdosa kepada Tuhan karena melakukan perzinahan dengan Batsyeba, padahal dia adalah istri Uria, panglima perang Daud sendiri. Dan lebih keji lagi,Daud juga melakukan pembunuhan berencanan terhadap Ruai. Daud mengirim surat kepada Yoab agar menempatkan Uria di barisan terdepan saat bertempur. Inilah perintah Daud “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.” (2 Samuel 11:15). Sungguh, betapa jahatnya hati Daud! Demi mendapatkan Batsyeba, Daud tega membunuh Uria. Kemudian Tuhan mengutus nabi Natan untuk menegur dan memperingati Daud. Maka dengan penuh penyesalah Daud datang kepada Tuhan dan memohon pengampunan. Ia mengakui betapa keji perbuatannya dengan berseru, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!” (Mazmur 51:3-4). Daud sangat menyesal karena ia melakukan apa yang jahat, Dosa sangat menghina Allah : karena Allah telah melihat penyelewengan hatinya kepada iblis. Karena daud adalah org yang diurapi Allah, maka ketika aku berdosa kepada Allah, maka aku telah menyeleweng, telah melukai hatiNya. Sekalipun Daud telah diampuni dosanya oleh Tuhan, dia tetap harus menerima ganjaran atas perbuatannya itu. Tuhan memang telah menghapus dosanya, tetapi ada konsekuensi dan harga yang harus diterima dan di bayar Daud: “…pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.” dan “…pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.” (ayat 10,14 dari 2 Samuel). Anak yang dilahirkan Batsyeba harus mati; pedang pun tidak berlalu dari keturunan Daud sampai selamanya; Absalom anak Daud melakukan pemberontakan, bahkan mencemari isteri-isteri ayahnya. Jadi sekali pun Dosa Daud telah diampuni, ganjaran dari Tuhan harus diterima dan dijalaninya. Apa yang dialami Daud ini menjadi pengalaman berharga bagi kita agar kita lebih berhati-hati dalam segala hal. Jangan pernah main-main dengan dosa karena selalu ada akibat dari setiap perbuatan tersebut. Tuhan kita adalah Pribadi yang penuh dengan kasih, tetapi Dia juga Tuhan yang adil, tidak ada kompromi terhadap dosa



Tidak ada komentar:
Posting Komentar