Allah sangat memerlukan kita, hal inilah yang menjadi alasan mengapa Allah menghendaki kita BERSUKACITA.
Dan sukacita itu tidak boleh berhenti, itulah sebabnya Allah menghendaki kita untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah terus menerus.
Sukacita adalah cirikhas serta tanda bagi orang yang hidupnya ada dalam persekutuan dengan Allah.
Sebab Allah yang memanggil kita dalam persekutuanNya yang kudus, adalah Allah yang membuat dan memenuhi hidup kita dengan sukacita berkelimpahan.
Sukacita bukanlah sekedar ajakan atau anjuran tetapi perintah = BERSUKACITALAH.
Allah memiliki banyak alasan mengapa Ia menghendaki untuk kita Bersukacita, tidak mudah bagi kita untuk tetap dapat mempertahankan sukacita atas diri kita didalam segala masalah dan keadaan, tetapi jika kita tahu dan mengenal Allah bahwa Dia bukanlah Allah kecil melainkan Allah yang SANGAT BESAR, maka hal ini membuat kita mampu untuk tetap bersukacita.
Paulus dalam pederitaan karna pengambaran Injil, Ia berkata dalam suratnya yang pertama dalam Filipi 1 : 4 bahwa Ia sedang bersukacita, dan selalu bersukacita meskipun pada saat itu, ia berada di dalam penjara, namun penjara yang gelap dan dingin itu tidak dapat memenjarakan Sukacitanya, bahkan disaat seperti itu Ia tetap dapat berdoa bagi saudara-saudaranya yang lain di luar penjara dengan sukacita.
Oleh karna paulus memandang pada Allah yang besar dan oleh karna paulus bersadar kepada kekuatan Allah maka hal ini menolongnya untuk tetap bersukacita; sehingga ia tidak dapat melihat penderitaannya.
Sekarang apa? Apakah pergumulan dan penderitaan merebut sebagian sukacita kita ? apakah masalah pelayanan, pekerjaan, study, pasangan hidup, keluarga membuat kita tidak dapat besukacita senantiasa !!!
Justru Kitalah yang harus mempertahankan sukacita kita seperti paulus didalam Tuhan agar kita dapat menanggung banyak perkara.
Bagaimana mengembalikan hati kita untuk tetap bersukacita.
1. Mazmur 26 : 8
TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.
2. Mazmur 27 : 4
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Ini adalah permintaan Daud, bahwa hatinya tetap ada didalam Tuhan inilah yang membuat hatinya tetap bersukacita, yaitu berada di hadirat Tuhan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar