Senin, 14 September 2009

PIKIRAN

Kita adalah seorang yang telah di lahirkan kembali, yang sekarang menjadi anak Allah, sebagai anak Allah kita memiliki sifat Ilahi.

Sifat ilahi itu kita miliki pada saat kita lahir baru. pada saat kita lahir baru kita memiliki Kristus didalam kita, dan pada waktu itupun Roh Kudus diberikan Allah untuk kita. Sekarang Kristus dan Roh Kudus keduanya telah ada pada kita, oleh sebab itu sebagai manusia baru kita harus bertumbuh agar kita menjadi dewasa. Dan Pendewasaan/ proses untuk menjadi dewasa yang menjadi Pekerjaan kita.

Pekerjaan yang harus kita lakukan adalah kita harus bertumbuh didalam kedewasaan penuh pada pengenalan kita akan Kristus. Bagi kita sekarang tidak ada kata berhenti untuk terus dapat bertumbuh.

Untuk dapat terus bertumbuh inilah basic/fundamental yang harus kita kerjakan untuk dapat meraih kedewasaan yaitu dengan cara memperbaharui PIKIRAN.

Pada waktu kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita, maka Roh kitalah yang diperbaharui, tetapi untuk mengenai pembaharuan pikiran itulah yang harus kita kerjakan untuk kita lakukan setiap hari. Pekerjaan kita adalah untuk memperbaharui pikiran, Sebab apa yang kita pikirkan itulah yang kita katakan, karena tidak mungkin kita mengatakan apa yang tidak kita pikirkan jadi Matius 6 : 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

Hal ini serupa dengan ; Jika pikiran kita gelap, maka betapa gelapnya hidup kita, demikian sebaliknya jika pikiran kita terang maka terang pula hidup kita. Agar hidup kita tidak menjadi gelap Sebab itu dalam Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sebagai seorang yang sudah dilahirkan Tuhan mau agar kita tidak serupa dengan dunia ini. Paulus pun memberikan nasehat ini kepada jemaat di Roma mereka adalah orang-orang percaya yang juga telah di lahir baru, agar tingkah laku mereka jangan sama minus nya dengan orang dunia. Iblis memang akan gemetar ketika kita diselamatkan dan lahir baru, tetapi ia akan MAJU ketika pikiran kita sendiri tidak kita perbaharui. Perbaharuilah pikiran kita agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar (Filipi 2 : 12b)

Apakah pekerjaan iblis bagi kita ??? ia akan mencoba untuk mencabut pikiran-pikiran yang baik, sehingga gelaplah seluruh tubuh dan hidup kita. Pikiran merupakan medan peperangan kita yang harus kita lakukan tiap-tiap hari, jikalau kita menang dan berhasil mengumpulkan terang pada alam pikiran kita, maka iblis akan kesulitan untuk menganggu dan menghadapi kita, tetapi sebaliknya jika hal yang baik dari pikiran kita berhasil iblis curi maka jika terang menjadi gelap maka tidak ada satupun orang yang dapat beruat apa-apa disitu, jika garam menjadi tawar dengan apa ia dapat diasinkan lagi tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan di injak orang.

Pikiran kita seperti ilustrasi gambaran alam raya (disitu ada, titik titik hitam, ada terang, ada kabut putuh dan sebagainya) Dengan pikiran kita dapat menjangkau jarak nan jauh disana, dengan pikiran kita dapat menghadirkan apapun. pikiran kita menjadi sesuatu gambaran yang tidak terbatas oleh apapun.

Kita harus mencocokan segala sesuatu yang berasal dari Allah dengan pikiran kita, sehingga pikiraan kita menjadi medan peperangan bagi kita tiap-tiap hari, sebab kita harus memperbaharui pikiran kita dengan pikiran Kristus dan dimanakah pikiran-pikiran Kristus itu??? Pikiran Kristus ada pada Firman Tuhan/Alkitab.

Penting sekali untuk supaya kata benar-benar memahami agar kita harus memperbaharui pikiran kita. Itulah sebabnya pikiran kita harus diisi dengan hal-hal yang baik

Filipi 4 : 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Apa yang yang kita pikirkan itulah yang membentuk pola pikir kita. Kita akan berfikir pada saat kita melihat dan merasakan, oleh sebab itu bisa jadi pola pikir kita telah menjadi rusak/kacau dan hal itu perlu untuk diperbaharui dengan cara memikirkan semua yag benar, mulia, adil,suci, manis, yg sedap didengar semua yang disebut kebajikan dan patut di puji PIKIRKANLAH SEMUANYA ITU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar